MODERASI DAN TRADISI KEAGAMAAN DI RUMAH IBADAH BERSEJARAH

Ketua Penelitian :

Kategori: Isu Aktual

Anggota: Dede BurhanuddinMasmedia Pinem

Publisher: PuslitbangLKKMO

Diunduh: 58x

Dilihat 389x

Editor: SekretariatBLD

Abstrak:

Dalam beberapa tahun terakhir, upaya-upaya pemerintah dalam melestarikan
nilai-nilai budaya yang damai dan ajaran agama yang ramah terhadap budaya
setempat mendapatkan banyak tantangan. Berbagai sikap dan pandangan yang
bersumber dari radikalisme, intoleransi dan pola-pola keberagamaan yang
memaksakan kehendak sering muncul ke permukaan. Sikap semacam itu,
berakibat kepada muncul dan lunturnya sikap kebersamaan, toleransi, gotong
royong dan seolah-olah menafikan “local genius” yakni kemampuan kebudayaan
setempat dalam menghadapi pengaruh kebudayaan luar yang kaya pada
masyarakat kita. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap
moderasi beragama di Indonesia melalui rumah ibadah bersejarah dan tradisi
keagamaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi dan
tradisi keagamaan yang ada di rumah ibadah bersejarah sangatlah kaya, seperti
yang dapat disaksikan pada benda material dan gagasan dari masa lalu yang
masih eksis sampai saat ini. Tinggalan budaya keagamaan di masjid bersejarah
jelas memperlihatkan adanya toleransi dan keterbukaan pada pengaruh budaya
keagamaan lain seperti yang terdapat pada makam, tokoh agama, kiai dan nilainilai
lokal serta
arsitektur
pada bangunan
bersejarah
di rumah ibadah
bersejarah
 
tersebut.
 
Tergambar bahwa nilai-nilai moderasi dan tradisi keagamaan yang
terbuka ini dapat ditelusuri dan dikaji pada rumah ibadah seperti, Masjid,
Gereja, Vihara, dan Klenteng. Nilai-nilai tersebut berasimilasi dan berakulturasi
ke dalam budaya keagamaan yang berkembang di rumah ibadah baik berupa
tradisi keagamaan maupun budaya lokal di masing-masing rumah ibadah
bersejarah. 
 

Lampiran Tidak Tersedia

Dalam beberapa tahun terakhir, upaya-upaya pemerintah dalam melestarikan
nilai-nilai budaya yang damai dan ajaran agama yang ramah terhadap budaya
setempat mendapatkan banyak tantangan. Berbagai sikap dan pandangan yang
bersumber dari radikalisme, intoleransi dan pola-pola keberagamaan yang
memaksakan kehendak sering muncul ke permukaan. Sikap semacam itu,
berakibat kepada muncul dan lunturnya sikap kebersamaan, toleransi, gotong
royong dan seolah-olah menafikan “local genius” yakni kemampuan kebudayaan
setempat dalam menghadapi pengaruh kebudayaan luar yang kaya pada
masyarakat kita. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap
moderasi beragama di Indonesia melalui rumah ibadah bersejarah dan tradisi
keagamaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi dan
tradisi keagamaan yang ada di rumah ibadah bersejarah sangatlah kaya, seperti
yang dapat disaksikan pada benda material dan gagasan dari masa lalu yang
masih eksis sampai saat ini. Tinggalan budaya keagamaan di masjid bersejarah
jelas memperlihatkan adanya toleransi dan keterbukaan pada pengaruh budaya
keagamaan lain seperti yang terdapat pada makam, tokoh agama, kiai dan nilainilai
lokal serta
arsitektur
pada bangunan
bersejarah
di rumah ibadah
bersejarah
 
tersebut.
 
Tergambar bahwa nilai-nilai moderasi dan tradisi keagamaan yang
terbuka ini dapat ditelusuri dan dikaji pada rumah ibadah seperti, Masjid,
Gereja, Vihara, dan Klenteng. Nilai-nilai tersebut berasimilasi dan berakulturasi
ke dalam budaya keagamaan yang berkembang di rumah ibadah baik berupa
tradisi keagamaan maupun budaya lokal di masing-masing rumah ibadah
bersejarah. 
 

Lampiran Tidak Tersedia